Gerakan 212
Gerakan 212 di penghujung tahun 2016 ini. Selain sebagai gerakan sosial terbesar sepanjang sejarah di Indonesia yang diikuti jutaan manusia secara damai, fakta-fakta mengagumkan di lapangan telah menggelayuti nalar penulis. Betapa tidak, sebagai akademisi yang fokus pada kajian sosial politik, penulis tentu tidak diam di depan layar kaca untuk mengamati pristiwa tersebut, tetapi menyelami realitas secara langsung ( qualitative research approach ), sebagai salah satu jalan terbaik bagi ilmuwan sosial untuk membaca dan menemukan makna di balik realitas sosial yang terjadi. Dalam hazanah teori-teori sosial, gerakan 212 dapat diposisikan sebagai social movement (gerakan sosial). Jurgen Habermas ketika menjelaskan fenomena gerakan sosial mengemukakan bahwa social movement dipahami sebagai devensive relations to defend the public and private sphere of individuals againts the inroad of the state system and market economy (Gemma Edwards, Habermas a...